Minggu, 12 Desember 2010

Ciri Khas LDII.

         LDII dalam mempelajari Al Qur-an dan Al Hadis menggunakan metode ilmu manqul (guru nya berguru dan disampaikan kepada murid yang juga lagi berguru). kalau anda tidak sepaham atau tidak sama metode dalam mempelajari Al Qur-an dan Al Hadis dipersilakan, silakan anda belajar dengan metode yang cocok dengan diri anda sendiri. Tapi bagi penulis buku yang sedang dalam mencari makan dan penghasilan dari cara menulis dan menerbitkan buku tadi, menjelekkan bahwa metode yang dilakukan LDII sesat dan menyesatkan, padahal dirinya menulis buku tadi untuk jalan mencari makan, dapat duwit, fulus, bisa beli mobil, dan  bisa bergaya.
       LDII aktifitas amrin jamiinnya, menuntut ilmu agamanya, majelis dzikir dengan membaca Al Quran sangat padat untuk masing-masing kelompok belum tingkat kabupaten, propinsi apalagi tingkat nasional. sangat padat, sedang kan orang lain kumpul-kumpul biasanya sebulan sekali dengan membaca yasin dan wiridan, setahun sekali mauludan, kadang-kadang dzikir bersama, mendengarkan ceramah agama pada saat sholat jum,at  itupun banyak yang tidur yang banyak adalah aktifitas keduniaan kemudian melihat tontonan yang maudhorot.
      LDII menasehati semua warganya sesuai dengan tingkat usia atau umurnya atau tingkat problem yang menyertainya, dengan pola yang tertib, sistematis, terjadwal dan terencana untuk menjaga dari hal yang dilarang agama dan menyangatkan untuk mengamalkan dari hal yang dianjurkan oleh agama, itu esensinya.
      Ukhuwah diantara warga LDII sangat kuat karena saling menasehati untuk saling bantu membantu kerjasama yang baik agar kehidupan dunia mulia, lancar, sukses dan kehidupan akherat yang ingin masuk surga dapat lolos dan lulus serta dapat terhindar dari godaan setan yang sudah berkomitmen untuk mengajak umat Nabi Adam masuk menjadi kawannya di dalam neraka. 
      LDII mengajak seluruh warganya untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh komponen masyarakat, baik dengan sesama anggota warga LDII, baik dengan warga sekitarnya maupun baik dengan unsur pemerintah sebagai pengatur negara. Tetapi ada pihak lain yang dasarnya tidak senang kepada LDII dikatakan sebagai aliran yang bersifat ekslusif. Yang menuduh ya orang yang sedang mencari makan tadi.
     LDII dalam melaksanakan ritual keagamaan berusaha disesuaikan dengan praktek ibadah yang dicontohkan oleh baginda Rossullulloh SAW dan para sahabat yang sudah mendapat petunjuk. Bukan kepada sembarang ulama. Anda yang merasa ulama dan tidak digunakan rujukan LDII mohon maaf.
Informasi lainnya, baca artikel berikutnya.

Akidah LDII, kenapa?

           Banyak buku cetak yang mendeskritkan LDII. Yang kami tahu tulisan tersebut berupa buku, pernah majalah, situs-situs blok di internet, bisik-bisik di cakapan ngrumpi antar kawan.  Dari berbagai hal yang kami golongkan mendiskriditkan LDII tadi isinya menganggap LDII aliran sesat yang menyimpang dari agama Islam. Semua klaim tadi sumbernya dari info sepihak buku-buku yang menjelekkan LDII. Padahal orang yang menulis buku tersebut merupakan pekerjaan untuk mencari makan untuk menghidupi perut dirinya,  istri dan anak-anaknya kemudian juga mungkin untuk naik haji bagi dirinya. itulah profesi pekerjaannya. Tapi dari tulisannya bisa merusak isi otak orang lain yang tidak mengenal LDII secara menyeluruh.
         Dari pengamatan kami pihak-pihak yang banyak cerita tadi praktek kehidupan agamanya ternyata banyak pepesan kosongnya. Banyak kelompok pelaku bidah yang sesat, banyak orang yang tidak pernah kiprah dalam agama apa-apa, tapi pandai menulis buku, banyak pihak yang kepedulian terhadap sesama hanya omong doang, banyak ustad jarkoni, banyak pula orang yang tahu LDII hanya katanya-katanya, tetapi kalau mengulas LDII seolah dia manusia  yang suci, seolah peduli akhidah umat, calon tunggal penghuni surga penegak kebenaran padahal kiprahnya banyak omong doang. 
         Lalu sebenarnya akhidah LDII itu seperti apa? Dan hal apa yang berbeda dalam LDII lalu disikapi dengan tuduhan sesat sebagai calon penghuni neraka,  dan seolah yang menuduh sesat tadi menempatkan dirinya sebagai calon pewaris surga, penegak kebenaran dan pelurus akhidah.
        Inilah pokok yang diajarkan dalam organisasi anti bid'ah penegak sunah ini. LDII menegakkan rukun iman, rukun islam, menyangatkan warganya untuk menunaikan ibadah haji, menasihati warganya untuk menyisihkan hartanya untuk kepentingan agama islam (namun ada pihak lain yang menuduh bid'ah pada hal dianya tidak berbuat apa-apa selain omong doang), menasehati warganya untuk menjaga amanah, bersikap jujur, menjaga kerukunan dengan sesama, berhemat dan saling tolong menolong dalam kehidupan dunia. Serta dalam hal beragama agar beragama yang murni dari praktek bid'ah, musrik, sirik, ibadah yang tertib, menggemarkan sholat sunah, dan rajin menuntut ilmu terutama dari ilmu Al' Quran dan hadis-hadis nabi kemudian di praktekkan sesuai dengan tingkat kesanggupannya setelah berusaha. Dalam hal menjaga dari najis agar lebih hati-hati dari hal-hal yang najis. dan jangan mencari harta dari hal yang haram, riba dan korupsi. Anak mudanya dilarang keras berpacaran tidak seperti anak muda sekarang yang mungkin juga menuduh LDII sesat padahal dirinya mungkin ahli zina atau hanya tukang ngrumpi saja.
         Apa ciri khas dalam LDII, yang berbeda dengan organisasi  yang lain? baca artikel berikutnya.