Minggu, 12 Desember 2010

Akidah LDII, kenapa?

           Banyak buku cetak yang mendeskritkan LDII. Yang kami tahu tulisan tersebut berupa buku, pernah majalah, situs-situs blok di internet, bisik-bisik di cakapan ngrumpi antar kawan.  Dari berbagai hal yang kami golongkan mendiskriditkan LDII tadi isinya menganggap LDII aliran sesat yang menyimpang dari agama Islam. Semua klaim tadi sumbernya dari info sepihak buku-buku yang menjelekkan LDII. Padahal orang yang menulis buku tersebut merupakan pekerjaan untuk mencari makan untuk menghidupi perut dirinya,  istri dan anak-anaknya kemudian juga mungkin untuk naik haji bagi dirinya. itulah profesi pekerjaannya. Tapi dari tulisannya bisa merusak isi otak orang lain yang tidak mengenal LDII secara menyeluruh.
         Dari pengamatan kami pihak-pihak yang banyak cerita tadi praktek kehidupan agamanya ternyata banyak pepesan kosongnya. Banyak kelompok pelaku bidah yang sesat, banyak orang yang tidak pernah kiprah dalam agama apa-apa, tapi pandai menulis buku, banyak pihak yang kepedulian terhadap sesama hanya omong doang, banyak ustad jarkoni, banyak pula orang yang tahu LDII hanya katanya-katanya, tetapi kalau mengulas LDII seolah dia manusia  yang suci, seolah peduli akhidah umat, calon tunggal penghuni surga penegak kebenaran padahal kiprahnya banyak omong doang. 
         Lalu sebenarnya akhidah LDII itu seperti apa? Dan hal apa yang berbeda dalam LDII lalu disikapi dengan tuduhan sesat sebagai calon penghuni neraka,  dan seolah yang menuduh sesat tadi menempatkan dirinya sebagai calon pewaris surga, penegak kebenaran dan pelurus akhidah.
        Inilah pokok yang diajarkan dalam organisasi anti bid'ah penegak sunah ini. LDII menegakkan rukun iman, rukun islam, menyangatkan warganya untuk menunaikan ibadah haji, menasihati warganya untuk menyisihkan hartanya untuk kepentingan agama islam (namun ada pihak lain yang menuduh bid'ah pada hal dianya tidak berbuat apa-apa selain omong doang), menasehati warganya untuk menjaga amanah, bersikap jujur, menjaga kerukunan dengan sesama, berhemat dan saling tolong menolong dalam kehidupan dunia. Serta dalam hal beragama agar beragama yang murni dari praktek bid'ah, musrik, sirik, ibadah yang tertib, menggemarkan sholat sunah, dan rajin menuntut ilmu terutama dari ilmu Al' Quran dan hadis-hadis nabi kemudian di praktekkan sesuai dengan tingkat kesanggupannya setelah berusaha. Dalam hal menjaga dari najis agar lebih hati-hati dari hal-hal yang najis. dan jangan mencari harta dari hal yang haram, riba dan korupsi. Anak mudanya dilarang keras berpacaran tidak seperti anak muda sekarang yang mungkin juga menuduh LDII sesat padahal dirinya mungkin ahli zina atau hanya tukang ngrumpi saja.
         Apa ciri khas dalam LDII, yang berbeda dengan organisasi  yang lain? baca artikel berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar