LDII dalam mempelajari Al Qur-an dan Al Hadis menggunakan metode ilmu manqul (guru nya berguru dan disampaikan kepada murid yang juga lagi berguru). kalau anda tidak sepaham atau tidak sama metode dalam mempelajari Al Qur-an dan Al Hadis dipersilakan, silakan anda belajar dengan metode yang cocok dengan diri anda sendiri. Tapi bagi penulis buku yang sedang dalam mencari makan dan penghasilan dari cara menulis dan menerbitkan buku tadi, menjelekkan bahwa metode yang dilakukan LDII sesat dan menyesatkan, padahal dirinya menulis buku tadi untuk jalan mencari makan, dapat duwit, fulus, bisa beli mobil, dan bisa bergaya.
LDII aktifitas amrin jamiinnya, menuntut ilmu agamanya, majelis dzikir dengan membaca Al Quran sangat padat untuk masing-masing kelompok belum tingkat kabupaten, propinsi apalagi tingkat nasional. sangat padat, sedang kan orang lain kumpul-kumpul biasanya sebulan sekali dengan membaca yasin dan wiridan, setahun sekali mauludan, kadang-kadang dzikir bersama, mendengarkan ceramah agama pada saat sholat jum,at itupun banyak yang tidur yang banyak adalah aktifitas keduniaan kemudian melihat tontonan yang maudhorot.
LDII menasehati semua warganya sesuai dengan tingkat usia atau umurnya atau tingkat problem yang menyertainya, dengan pola yang tertib, sistematis, terjadwal dan terencana untuk menjaga dari hal yang dilarang agama dan menyangatkan untuk mengamalkan dari hal yang dianjurkan oleh agama, itu esensinya.
Ukhuwah diantara warga LDII sangat kuat karena saling menasehati untuk saling bantu membantu kerjasama yang baik agar kehidupan dunia mulia, lancar, sukses dan kehidupan akherat yang ingin masuk surga dapat lolos dan lulus serta dapat terhindar dari godaan setan yang sudah berkomitmen untuk mengajak umat Nabi Adam masuk menjadi kawannya di dalam neraka.
LDII mengajak seluruh warganya untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh komponen masyarakat, baik dengan sesama anggota warga LDII, baik dengan warga sekitarnya maupun baik dengan unsur pemerintah sebagai pengatur negara. Tetapi ada pihak lain yang dasarnya tidak senang kepada LDII dikatakan sebagai aliran yang bersifat ekslusif. Yang menuduh ya orang yang sedang mencari makan tadi.
LDII dalam melaksanakan ritual keagamaan berusaha disesuaikan dengan praktek ibadah yang dicontohkan oleh baginda Rossullulloh SAW dan para sahabat yang sudah mendapat petunjuk. Bukan kepada sembarang ulama. Anda yang merasa ulama dan tidak digunakan rujukan LDII mohon maaf.
Informasi lainnya, baca artikel berikutnya.
alaaah.. dasar aliran fanatik doang kok gaya
BalasHapusaliran ini / LDII. mirip sekali dengan yahudi yang suka menamakan binatang orang diluar alirannya BAHKAN MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM WASPADALAH KAWAN-KAWAN DENGAN ALIRAN FANATTIK SESAT MACAM INI !!!
BalasHapus